Jadikan Laporan Keuangan sebagai bukti Profesionalisme Anda dalam berbisnis

 Profesionalisme memang saat ini jadi salah satu hal penting dalam menjalakan bisnis. Dimana secara performance sendiri, untuk sebuah bisnis dikatakan performace dan profesional adalah ketika anda selalu membuat laporan keuangan sesuai periode waktunya secara benar.

Sebenarnya bicara soal laporan yang isinya selalu berkaitan dengan keuangan, sejatinya kita harus bisa mempersiapkan semua hal secara  benar. Bukan karena anda harus bersikap profesional, tetapi justru karena kami yakin, ketika anda menjalankan bisnis sekalipun tahapannya masih dalam bentuk UMKM. Kami yakin hal  itu sebagai dasar  untuk semakin meningkatkan profesionalisme kerja dari bisnis yang sedang anda jalankan.

Karena ketika kita membahas soal laporan yang berhubungan dengan keuangan bisnis anda. Sebenarnya ada 3 jenis laporan yang perlu kalian persiapkan agar bisa di sebut profesional. Pertama sudah pasti laporan yang berkaitan dengan konteks Laba dan Rugi dari bisnis yang anda jalankan. Kedua laporan yang berhubungan dengan neraca serta tiga terakhir adalah laporan yang berhubungan arus kas perusahaan.

Bisa di katakan karena pentingnya sebuah pelaporan yang berhubungan dengan pencatatan keuangan.  Maka sudah seharusnya apapun jenis usahanya, ada baiknya pelaporan bisnis harus selalu di laporkan. Sekarang yang jadi pertanyaan adalah, apakah semua pelaku bisnis sudah menjalankan sistem yang bertujuan untuk

laporan-keuangan

Baik bisnis besar hingga kalangan UMKM, sebaiknya semuanya harus mulai menjalankan bisnisnya dengan mengacu pada sistem keuangan yang bersifat standar.   Sekadar memberikan contoh dari usaha yang kelasnya masih dalam taraf UMKM, beberapa diantaranya adalah : (a) Usaha bisnis yang berupa pembuatan kue kue tradisional (b) Usaha bisnis yang masuk dalam kategori fashion atau  unit usaha sablon.  Didalamnya terdapat beberapa jenis bisnis seperti pembuatan kaos, tas, serta beberapa jenis bisnis lainnya (c) Usaha bisnis yang  berupa pembuatan keramik. Bentuk keramiknya sudah pasti keramik yang sifatnya untuk hiasan dalam rumah (d) Usaha yang bergerak dalam hal penyediaan produk yang berupa barang-barang sembako.    Di samping itu masih ada juga beberapa konsep dan jenis bisnis yang masih bisa di katakan kategori bisnis  taraf UMKM.   Sehingga dengan adanya gambaran tersebut, kita sudah bisa memastikan bahwa besar atau kecil usaha bisnis yang sedang anda jalankan, kini saatnya anda mulai care dan peduli dengan ketersediaan laporan  yang berhubungan dengan masalah keuangan.

Bagi anda yang masih belum paham terkait kriteria atau standarisasi dalam penyediaan laporan yang terkait dengan keuangan. Maka ada baiknya anda untuk selalu pahami beberapa  hal yang berhubungan dengan penyusunan laporan tersebut. Karena pada dasarnya sebuah laporan keuangan tersebut harus di susun secara netral. Jangan berusaha untuk mengikuti kondisi yang salah, semua laporan  seharusnya memang sudah harus disusun secara netral. Artinya bahwa laporan yang di buat tidak di tujukan untuk salah satu pihak.   Tetapi laporan tersebut memang di tujukan untuk pihak-pihak yang berhubungan dengan kinerja perusahaan.

Setidaknya untuk kelas bisnis, sebuah laporan harus bisa memenuhi atau melingkupi dari 3 jenis laporan yang ada. Pertama sudah pasti laporan tersebut harus di susun secara netral, kedua laporan  tersebut sudah harus mengikuti atau menjalankan sistem yang di anut dalam   Standar Akuntasi Keuangan ( SAK). Dan yang terakhir adalah jangan sampai laporan tersebut di buat dengan menggunakan data rekayasa.

Sekadar menjelaskan bagaimana kondisi  terkini dari  sebuah laporan  keuangan. Hal itu didasarkan pada satu laporan yang di dalamnya mengandung beberapa hal seperti tercantum dalam kondisi dibawah ini :

  • Sebuah bisnis atau perusahaan, akan  bisa menjadi sehat dalam skala bisnisnya. Hal itu bisa didasarkan pada satu kondisi bahwa profesionalisme seseorang harus benar-benar baik.
  • Komponen terbaik yang bisa di sajikan dalam laporan tersebut adalah seperti kondisi dimana ratio utang lebih rendah. Namun jika kondisi tersebut di lakukan secara benar, maka ada baiknya anda sebagai pemilik bisnis memperhatikan rasio utang dengan aset perusahaan. Setidaknya  ukuran yang bisa di jadikan acuan adalah perbandingan maksimal yang membandingkan rasio utang dengan komposisinya dengan aset adalah 1:2. Ehingga semua hal yang berhubungan dengan sistem dan prosedur sudah harus di jalankan secara benar.

Dari beberapa penjelasan yang telah di jelaskan diatas , intinya bagi kalian yang saat ini sedang merintis bisnis atau justru sedang berusaha untuk mengembangkan skala bisnis yang menjadi prioritas usaha anda.  Salah satu yang mesti dijadikan perhatian adalah menyangkut pelaksanaan sistem kerja yang bersifat  profesionalisme.

Salah satu bukti sikap dan bentuk profesionalisme yang bisa kita lihat adalah bagaimana PT Fortuna Pratama Konsultan Indonesia. Sebuah  perusahaan jasa yang saat ini fokus dalam perannya menjadikan pelaku bisnis UMKM sebagai mitra bisnisnya.  Bukan saja dalam hal  yang berhubungan dengan masalah laporan keuangan yang menjadi concern perusahaan tersebut kepada para pelaku bisnis UMKM. Tetapi hal lain yang juga turut menjadi perhatian perusahaan adalah menyikapi bagaimana pelaku  bisnis  UMKM  seperti anda mampu secara meyakinkan menjalankan performance bisnisnya secara profesional.

Kini saatnya anda, sebagai pelaku bisnis  untuk segera menyesuaikan kondisi bisnis  yang ada. Jangan sampai karena satu dan lain hal anda justru kurang bisa menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada. Karena keberhasilan sebuah bisnis akan menjadi sempurna ketika kita bisa secara profesional juga mendukung dan mensupport pelaku bisnis yang lain agar juga meraih kesuksesan yang sama dengan apa yang kita telah capai.

Dan masalah laporan keuangan bisnis, kini saatnya anda untuk concern dan peduli dengan penyediaan laporan yang ada. Karena saat ini kalian pelaku bisnis sudah bisa menggunakan sistem perhitungan yang di jalankan secara online untuk mempersiapkan semua hal yang berhubungan dengan laporan. Baik  itu laporan yang berhubungan dengan masalah kinerja SDM, Marketing hingga masalah laporan yang berhubungan dengan kinerja keuangan perusahaan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel